Kalau sering akses media sosial sekali akan menemui istilah typo. Typo berdasar kamus didefinisikan sebagai an error (as of spelling) in typed or typeset material, kurang
lebih dapat dipahami sebagai salah tulis atau salah ketik. Misalnya, tawuran
ditulis tauran, perform ditulis preform,
insect ditulis incest. Pernah
suatu kawan di tempat saya bekerja mengingatkan dengan bercanda berkaitan
dengan tugas saya sebagai treasurer, Pak
Joe jangan salah tulis fifteen jadi fifty
nanti bisa salah transfer.
![]() |
komentar kawan saya ini mungkin salah satu penyebab tawuran terus jalan :) |
Di
dunia yang serba cepat dan kompetitif ini berapa sering kita membuat kesalahan
dalam tulisan? Jika produksi berita sebagai profitable
product seperti yang digadang pemilik media, kecepatan jadi stimulan untuk
menghasilkan informasi yang bisa diakses oleh khalayak. Verifikasi terhadap
data bisa dilakukan, untuk memuat seluruh aspek berita bisa dilakuakn dalam
berita lainnya, demikian seperti yang ditulis A. Sapto Anggoro dalam buku Deticom. Proses produksi berita dalam
era internet yang mendukung kecepatan juga berubah ungkap Mark Cooper dalam Media Ownership and Democracy
in Digital Information Age
![]() |
Untung saya minum pil sabar :) |
Salah
tulis dampak yang paling kentara adalah geseran kandungan makna dari makna seharusnya.
Keraguan salah tulis ditambah dengan banyak kata serapan dari bahasa asing. Salah
tulis nama atau gelar konon bisa menimbulkan perselisihan. Seorang kawan dari
salah satu etnis pernah sampaikan dengan bercanda, kalau tulis salah kurang
satu huruf di kampungku bisa jadi prahara. Lain cerita lagi dengan satu kawan
dari Korea yang akan terbang bersama saya dengan maskapai domestik. Beberapa
hari sebelum perjalanan, saya kirimkan itinerarydan
tiket elektronik selama melakukan perjalanan dengan saya di Indonesia. Tak lama
reply email balsan masuk ke inbok, I
think you typo in my name on the ticket, many letter L. Segera saya hubungi
travel agen tempat saya pesan tiket untuk revisi nama, jawaban menenangkan
muncul dari ujung telepon, “kalau domestik salah satu huruf dari nama di passport
tidak masalah”.
Typo secara fungsional bisa dimaknai
bermacam-macam. Ada konsistensi yang harus dipegang teguh, ada permisif yang
diijinkan terjadi.
So, apa masih mau typo
terus?